Analisis Perancangan Sistem Informasi

Studi Kasus - Implementasi E-Vote pada SMAN 4 Malang

Analisis PIECES

Performance
  • Penggunaan sistem informasi untuk pemilihan ketua OSIS diharapkan dapat memudahkan tim pemilihan ketua OSIS maupun anggota OSIS pada sekolah untuk memantau serta menjalankan pemilihan ketua OSIS. Proses penentuan daftar calon pemilih, serta daftar pemilih akan menjadi lebih mudah.
Information 
  • Penggunaan sistem informasi akan menjamin bahwa data yang ada di dalamnya akurat dan stabil.penggunaan sistem informasi akan mengurangi resiko hilangnya atau rusaknya data. Selain itu, penataan data akan lebih terstuktur dan pengaksesan data akan lebih cepat dan menjaga originalitas data.
Economic
  • Pendataan hasil pemilu dengan sistem informasi akan menghemat waktu dibandingkan dengan sistem manual. Selain itu, pembuatan dan perawatan database lebih murah dibandingkan dengan menggunakan sistem manual. Selain itu, dengan menggunakan sistem informasi maka cost yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit.
Control
  • Penggunaan sistem informasi akan memudahkan pengendalian sistem, karena operasi-operasi pada data dapat dilakukan dengan lebih cepat. selain itu, perubahan yang terjadi pada data bisa dicatat pada log file.
  • Meminimalisir terjadinya kecurangan yang memungkinkan untuk timbul
Efficiency
  • Dengan menggunakan sistem informasi, diharapkan pemrosesan data, penghitungan data akan memakan waktu lebih singkat dibandingkan dengan sistem pemilihan umum pada umumnya.
Service
  • Dengan dibuatnya sistem informasi, maka antrian pada tempat pemilihan ketua osis akan berkurang. Serta proses penghitungan data akan menjadi lebih cepat.

Deskripsi

Demokrasi secara harfiah berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Demokrasi dapat diartikan secara sederhana sebagai pemerintahan rakyat, yaitu suatu pemerintahan dengan rakyat memiliki peranan yang sangat menentukan dalam mengambil kebigjakan - kebijakan sebuah negara. Abraham Lincoln berpendapat bahwa demokrasi berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Sistem ini banyak diterapkan oleh negara - negara di dunia, termasuk di negara Indonesia. Sebagai salah satu tolak ukur baik tidaknya pelaksanaan demokrasi adlaah pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Sistem pemilihan umum yang diterapkan pada sekolah untuk memilih ketua osis, wakil ketua osis merupakan hal yang umumnya terjadi di setiap sekolah. Biasanya implementasi pemilu di tingkat sekolah masih menggunakan cara yang konvensional. Karena hal inilah sistem informasi dirasa cocok untuk diimplementasikan.

Kebutuhan Aplikasi

Fungsional 
  • Panitia dapat menentukan dengan mudah berapa jumlah Calon Pemilih lalu melakukan verifikasi menjadi jumlah Pemilih.
  • Input kandidat calon ketua osis dan calon wakil ketua OSIS.
  • Input visi misi calon ketua osis dan calon wakil ketua OSIS.
  • Sistem melakukan auto count hasil pemilu
  • Monitoring hasil pemilu oleh panitia pemilihan umum.
Non Fungsional

  • Tidak ada

Desain Sistem Informasi

Context Diagram


Flow Diagram


Use Case Diagram


Class Diagram


Component Diagram


Deployment Diagram


Physical Data Tabel


System Implementation

Website :

1. Halaman Utama

2. Halaman Login

3. Halaman Report / Hasil Voting (User: Panitia)

4. Halaman Edit Pasangan (User: Panitia)

5. Halaman Grup Pemilih (User: Panitia)

6. Halaman Verifikasi Pemilih (User: Panitia)

7. Halaman Lihat Pemilih (User: Panitia)

8. Halaman Input Token (User: Pemilih)

9. Tampilan Memilih Pasangan (User: Pemilih)
Link Implementasi : http://oktadewang.ga/evotestetsa/

Disusun Oleh :

5114100005 - Dewangga Okta W.
5114100037 - Alfitrah N. S.
5114100706 - Rahmat Rijal

Terima Kasih :)

No comments:

Post a Comment